Pelaksanaan Vaksinasi Covid

Pelaksanaan Vaksinasi Covid

Namun, tentunya diharapkan dengan upaya yang telah dilakukan dapat benar-benar menghilangkan penyebaran COVID-19 di Indonesia bukan hanya sekedar berada pada situasi endemik. Karantina wilayah/Individu memiliki peranan penting untuk menurunkan kasus penyebaran saat tingkat vaksinasi dan testing yang masih lemah di Indonesia. Pembatasan mobilitas ketat, 70-80% penduduk harus diam di rumah dalam satu waktu. Sampai saat ini COVID-19 belum memiliki vaksin, sehingga cara terbaik untuk tidak terinfeksi adalah dengan menghindari terekspos virus. COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil saat batuk atau bersin.

Meski demikian, hingga saat ini, efektivitas dan keamanan vaksin COVID-19 masih diteliti dalam tahap uji klinis oleh pemerintah dan berbagai lembaga terkait. Hal ini merupakan langkah pemerintah dalam memastikan bahwa vaksin COVID-19 yang akan disediakan layak digunakan untuk mencegah COVID-19. Bila dua pertiga penduduk dunia harus divaksinasi berarti butuh sekitar four,5 miliar dosis vaksin. Bila setiap orang harus mendapat dua kali suntikan maka perlu sekitar 9 miliar dosis. Jakarta, Beritasatu.com – Hari Rabu, thirteen Januari 2021, menjadi hari bersejarah dalam hal penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Bukan hanya faktor keamanan yang penting, kehalalan vaksin juga menjadi pertanyaan publik. Pada dasarnya, dalam keadaan darurat vaksin dengan kandungan yang tidak halal bisa dihalalkan penggunaannya. “Semua tahapan harus melalui kaidah-kaidah saintifik, kaidah ilmu pengetahuan, berdasarkan information sains dan standar-standar kesehatan,” ujarnya. Presiden meminta jajarannya tidak tergesa-gesa dan tetap mengedepankan kaidah ilmiah untuk vaksin Covid-19. Semua prosedur ilmiah soal vaksin dan vaksinasi harus dilalui secara tepat, tanpa ada yang terlewat.

Beberapa kebijakan baru mengenai vaksinasi Indonesia

Vaksinasi tahap ini ditujukan untuk masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Dengan kebijakan tersebut, mungkin timbul pertanyaan baru di benakmu, “Kapan giliranku vaksinasi ya? ” Nah, kalau kamu ingin tahu kapan giliranmu mendapatkan vaksinasi Covid-19, kamu bisa mulai cari tahu sasaran penerima vaksinasi Covid-19 beserta tahapan-tahapan vaksinasinya terlebih dulu. “Kami harus berbuat lebih banyak untuk memastikan vaksin menjangkau orang yang tepat. Ini bukan hanya soal solidaritas. Ini masalah kepentingan pribadi dan efisiensi untuk diri kita sendiri.” Tidak bertukar barang dengan orang lain di tempat kerja, misalnya membawa piring, gelas, dan sendok sendiri.

Program vaksinasi terus digenjot karena Bali ini provinsi prioritas yang dicanangkan. Menanggapi hal ini Akademisi Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, Ferdiansyah, menyampaikan bahwa seharusnya diplomasi yang dilakukan pemerintah terhadap vaksin menekankan pada diplomasi kemanusiaan. Model kerja sama South-south cooperation juga dapat didorong karena pada umumnya mannequin kerja sama ini membangun solidaritas, ketimbang kompetisi yang dibawa oleh negara utara. Maka dari itu pilihan ideal untuk negara seperti Indonesia adalah jika proposal TRIPs Waiver bisa disepakati sehingga kita bisa punya kebijakan dengan memproduksi vaksin lokal. TRIPs Waiver dalam penanganan Covid-19 jika dapat di terima dan diimplementasikan ke negara anggotanya maka akan dapat mengatasi hambatan HAKI untuk memastikan distribusi yang adil, regulasi kebijakan, termasuk upaya untuk menurunkan harga.

Melalui Keppres No. 18 tahun 2020 Pasal 9 dan 10 mengenai Tim Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dan Perppu No. 1 tahun 2020, Menteri Luar Negeri berperan dalam Tim Pengembangan Vaksin COVID-19. Selain itu Perpres No. 99 tahun 2020 juga telah menyebutkan kerja sama dengan lembaga atau badan internasional seperti The Coalition for Epodemic Preparedness Innovation dan The Global Alliance for Vaccines and Immunization . Dasar hukum inilah yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan diplomasi vaksin untuk percepatan dan kepastian pengadaan vaksin COVID-19 sesuai kebutuhan pemerintah.

Pendapat kedua datang dari para otoritas kesehatan di beberapa negara yang bersandar pada vaksin sebagai pemecah kebuntuan Covid-19. Menteri luar negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut bahwa pandemi Covid-19 akan menghantui dunia hingga melewati tahun 2024 bila angka kampanye vaksinasi masih serendah saat ini. Silakan periksa informasi resmi secara berkala dari kementerian kesehatan untuk mendapatkan informasi terbaru di negara setempat. Pengembangan vaksin COVID-19 yang cepat dimungkinkan oleh pendanaan penelitian dan pengembangan, serta oleh kerja sama international Depo E-money dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Melalui segenap dukungan ini, para ilmuwan dapat mengembangkan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif dengan amat cepat.

Comments are closed.