Dipakai Di Indonesia, Ini Efek Samping Vaksin Astrazeneca

Dipakai Di Indonesia, Ini Efek Samping Vaksin Astrazeneca

“Masyarakat tidak harus panik dan heboh dengan situasi laporan KIPI yang ada. Kalau vaksinasi bisa dilanjutkan lebih cepat maka itu lebih baik karena diharapkan herd immunity seera terbentuk,” ujarnya. Penjelasan Kemenkes dan AstraZeneca Soal Kandungan Babi dalam Vaksin Meski dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan babi, pemerintah sebut vaksin AstraZeneca tetap bisa digunakan karena kedaruratan. Ketersediaan vaksin yang suci dan halal sangat terbatas dan tidak mencukupi.

Kemudian, jika masyarakat mengalami efek samping setelah divaksin, Ellen memberikan beberapa anjuran yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Begitu juga dengan vaksin covid-19 dari AstraZeneca yang bisa menyebabkan efek samping meskipun tidak semua orang mengalaminya. Data yang dikumpulkan menunjukkan, dari empat juta vaksinasi, jumlah laporan efek samping di antara orang yang divaksinasi dengan AstraZeneca satu setengah kali lebih tinggi dari yang diperkirakan. Merujuk hasil evaluasi khasiat, pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat merangsang pembentukan antibodi baik populasi dewasa maupun lansia.

Dilaporkan bahwa seorang perempuan berusia 49 tahun meninggal akibat gangguan koagulasi yang parah, sementara seorang perempuan berusia 35 tahun mengalami emboli paru dan sedang dalam masa pemulihan. Emboli paru adalah penyakit paru-paru akut yang disebabkan oleh gumpalan darah yang terlepas. Namun, laporan tersebut mencatat tidak ada bukti yang dapat menghubungkan gejala tersebut dengan vaksin. Gejala umum dapat ditandai dengan gatal atau memar di space suntikan, rasa lelah, menggigil bahkan sakit kepala, mual, dan nyeri otot badan. Namun, seperti vaksin pada umumnya, vaksin COVID-19 ini juga melaporkan adanya efek samping yang dirasakan relawan saat mendapatkan suntikan uji coba.

Gejala reaksi alergi mungkin termasuk gatal-gatal, ruam, bengkak, dan gejala pernapasan. “Bila ada gejala ke arah Covid-19, tentu saja harus diperiksa, namun saat ini demam berdarah sedang mewabah jadi perlu juga diperiksa,” ujar Hinky. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE. “Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” ujarnya. Menurut Nadia, pengujian toksisitas dan sterilitas vaksin oleh BPOM memerlukan waktu selama satu hingga dua pekan. Vaksin AstraZeneca atau AZD1222 adalah vaksin untuk mencegah penyakit COVID-19.

“Sinovac dan AstraZeneca ini berbeda. Lebih baik gunakan vaksin yang sama untuk vaksin pertama dan kedua, jangan dicampur. Nanti efeknya kurang dan tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” tutur Ellen. “Saya pikir sangat penting bahwa laporan Belanda juga diselidiki dengan baik. Kita harus berbuat salah di sisi hati-hati,” ujar Menteri Kesehatan Hugo de Jonge, dilansir Aljazirah. PhD Candidate bidang Global Health Security and Pandemic ini menambahkan kajian mengenai vaksin AstraZeneca sudah dilakukan oleh perkumpulan dokter di Eropa atau European Medicines Agency .

Efek samping dari vaksin Astrazeneca

Kementerian Kesehatan menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Trio dan berharap hasil investigasi Komnas dan Komda KIPI bisa segera didapatkan. Maka dari itu, ia pun mendorong seluruh masyarakat untuk segera divaksinasi COVID-19, terutama untuk kelompok masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas atau lansia. Menurutnya, hal ini penting mengingat angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 pada lansia masih cukup tinggi. “Dengan kondisi ini maka Indonesia termasuk dalam posisi empat besar negara di dunia yang bukan produsen vaksin, tetapi merupakan negara yang tertinggi dalam melakukan penyuntikan,” kata Nadia. GenPI.co – Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi RSUP Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan menjelaskan efek samping dari Vaksin AstraZeneca.

EMA menyatakan, salah satu penjelasan efek samping ini ialah kondisi imunitas individual yang setara dengan penyandang sindrom langka heparin induced thrombocytopenia , yang menyebabkan kekurangan trombosit. “Laporan penggumpalan darah dan rendahnya trombosit darah sangat jarang dan secara umum manfaat untuk mencegah Covid-19 lebih tinggi daripada risiko efek samping,” demikian penjelasan EMA. Dalam kesempatan ini, Nadia juga mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara di dunia yang paling banyak melakukan vaksinasi COVID-19 sampai saat ini. Penyuntikan vaksin Covid-19 dari Inggris itu dihentikan sementara di Sulawesi Utara karena dilaporkan memiliki efek samping.

Vaksin Astrazeneca tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang demam dengan suhu di atas 38°C, menderita COVID-19, atau menderita penyakit infeksi yang berat. Vaksin ini bekerja dengan cara menstimulasi atau memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-Cov-2. Vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 telah menjalani uji klinis di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Vaksin ini memiliki nilai efikasi (efek perlindungan terhadap COVID-19) sebesar 63,09%.

Melansir dari Independent, sebuah tinjauan oleh European Medicines Agency juga menyimpulkan bahwa gumpalan darah ini harus terdaftar sebagai efek samping yang sangat langka dari vaksin. Jumlah kasus pembekuan darah yang dilaporkan juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata yang terjadi dalam jumlah populasi tersebut. Dia mengatakan dari kalangan penerima vaksin itu terdapat 15 kasus deep vein thrombosis dan 22 kasus pulmonary embolism telah dilaporkan. Berdasarkan percobaan dan pengalaman, vaksin Covid-19 AstraZeneca dinilai aman dan efektif. Investigasi sedang dilakukan untuk memastikan apakah ini disebabkan oleh vaksinasi. Organisasi pemantau vaksin mengatakan lima kasus dilaporkan dari sekitar four hundred ribu orang telah divaksinasi di Belanda dengan Astrazeneca.

Comments are closed.