Vaksinasi Dimulai, Ini Efek Samping Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Vaksinasi Dimulai, Ini Efek Samping Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Thailand menganggap bahwa vaksin Sinovac tetap memberikan keuntungan yang besar. REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG — Hong Kong melaporkan kasus pertama efek samping vaksinasi untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). “Masyarakat perlu mengetahui vaksin Covid-19 yang nantinya digunakan adalah vaksin yang bakal lulus uji klinis tahap III dan menerima emergency use authorization dari Badan POM serta terdaftar di WHO,” jelasnya. Favipiravir dikembangkan oleh Fujifilm Holdings Jepang untuk melawan virus lain, dalam kasus ini virus influenza. Dalam sebuah riset disebutkan unsur aktifnya bisa mengurangi beban virus pada tubuh pasien dan mereduksi lamanya waktu perawatan di rumah sakit. Obat yang di Jepang dikenal dengan merk Avigan ini, juga sudah mendapat izin edar di Rusia dengan nama Avifavir.

Dalam kancah perkembangan dunia, vaksin ini juga termasuk salah satu dari sedikit vaksin yang sudah mendapatkan izin penggunaan terbatas. Seperti disampaikan dokter penyakit dalam di Stony Brook, New York Dr. Sunitha Posina, demam justru menandakan bahwa tubuh Anda sedang mengajarkan sistem kekebalan Anda untuk mengenali dan menyerang virus. Prof Hindra juga menyampaikan, hingga hari ketiga vaksinasi di Indonesia, Komnas KIPI belum menerima laporan efek samping yang berat. Sebab, seseorang yang baru menerima satu kali suntikan vaksin Covid-19 belum terbentuk kekebalan tubuhnya.

Efek samping dari vaksin Sinoviac

Rabu (23/12), Brasil mengumumkan kabar hasil uji klinis fase vaksin COVID-19 Sinovac di negaranya. Peneliti Brasil mengatakan kandidat vaksin COVID-19 Sinovac hanya memiliki keefektifan lebih dari 50%. Meskipun masih dalam ambang batas yang diizinkan WHO, hasil ini adalah yang terendah dibandingkan vaksin COVID-19 lainnya. Para peneliti memastikan orang dengan komorbid obesitas dan diabetes bisa menerima vaksin dan mendapatkan perlindungan yang sama. Penggunaan vaksin ini pada lansia juga menunjukkan tingkat kemanjuran yang sama dengan orang di bawah 65 tahun. Dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, setiap orang hanya akan mendapatkan satu jenis vaksin.

Laporan tentang potensi efek samping telah mempengaruhi proses vaksinasi di Hong Kong. Tercatat banyak ketidakhadiran warga yang terdaftar untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal. Centers for Disease Control and Prevention menyarankan agar Anda tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri sebelum vaksinasi, sekalipun tujuannya untuk mencegah kemungkinan efek samping. Tenaga medis menjadi prioritas utama untuk menjadi penerima vaksin tersebut. Juga perempuan yang sedang hamil atau menyusui, dengan menyitir data terbaru, Bogdan menyarankan harus sangat berhati-hati dan jangan melakukan vaksinasi.

Dikutip dalam Times of India, vaksin COVID-19 bekerja dengan cara ‘menipu’ tubuh. Ketika seseorang disuntik, vaksin akan mulai bekerja untuk melakukan proses peradangan agar memicu sistem kekebalan untuk bekerja melawan ‘virus’. WHO mula-mula menyarankan jangan mengkonsumsi obat antinyeri Ibuprofen dalam kasus infeksi virus corona. Pakar virologi Jerman Christian Drosten menyebut, asupan ibuprofen tidak membuat penyakit Covid-19 tambah parah. Remdesivir sejatinya dikembangkan untuk mengobati Ebola yang dipicu virus corona jenis lain. Obat buatan Gilead Sciences AS ini mula-mula disebut ampuh melawan Covid-19 dan di AS diajukan regulasi darurat.

Rinciannya, 27 orang meninggal usai disuntik vaksin produk Sinovac dan three orang usai disuntik vaksin AstraZeneca. Dalam kesempatan berbeda, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mengalami efek samping setelah imunisasi atau KIPI. KIPI sendiri adalah kejadian medik yang diduga berhubungan dengan kegiatan vaksinasi. Adapun komnas KIPI adalah lembaga kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi . Sementara itu, efek samping penggunaan vaksin AstraZeneca tengah menjadi perhatian publik. Pasalnya seorang pemuda di DKI Jakarta meninggal sehari setelah mendapat suntikan vaksin tersebut.

Pada tahapan vaksinasi ada kriteria yang harus dipenuhi, jika tidak maka belum dapat mengikuti vaksin. “Yakni jika dimeja skrining terindikasi seperti; punya diabetes diatas 200 Mgl maka ditunda tidak diberikan vaksin,” ungkapnya mencotohkan. Menurutnya sebelum vaksin dia cukup tidur, hal ini agar reaksi imun yang terbentuk lebih bagus dan optimum. Vaksinasi dilakukan untuk menambah perlindungan masyarakat untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitarnya, kata Hindra. Selain itu ada juga efek setelah imunisasi dikaitkan stres karena akan divaksin. Ketakutan itu membuat efek setelah divaksinasi pun muncul dan presentasenya mencapai 64%.

Comments are closed.