Vaksinasi Covid Saat Ramadan, Dr Tomang

Perolehan vaksin dari keempat sumber tersebut bertujuan memastikan resiliensi atau keterjaminan datangnya vaksin ke Indonesia dalam jumlah yang dibutuhkan. Pemerintah menempuh lima jalur pengadaan vaksin, empat di antaranya bersifat bilateral dan satu sifatnya multilateral. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima kedatangan vaksin tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.

Vaksin dapat menangani Covid

Pada tahap pertama pelaksanaan vaksinasi free of charge, pemerintah menempatkan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi prioritas pertama yang bakal memperoleh vaksin tersebut. Setelahnya vaksin akan diberikan kepada para tenaga publik dan diikuti dengan masyarakat umum. Saran terakhir yang diberikan Gates untuk perencanaan vaksinasi corona adalah memperkuat sistem kesehatan.

Selain itu, ‘libur’ minum alkohol ini juga penting agar sistem imun Anda tetap kuat dan dapat menghasilkan reaksi kekebalan tubuh yang baik untuk mencegah infeksi virus tersebut. Hal pertama yang harus Anda hindari sebelum mendapatkan vaksinasi Covid-19 adalah minuman beralkohol. Sebab, alkohol dapat menyebabkan tubuh dehidrasi dan itu tidak baik untuk tubuh Anda. Masyarakat khawatir karena Arab Saudi hanya mengizinkan jemaah yang telah menerima vaksin tersertifikasi dari WHO untuk masuk ke negara tersebut.

Kalau nanti saat puasa sudah waktunya mendapat vaksinasi, istirahat yang cukup dan jangan lupa sahur,” ujar Tonang. Kata Neni, pemerintah dan BUMN tengah berjuang dalam menghadirkan vaksin, baik membangun vaksin mandiri untuk jangka panjang maupun kerja sama pengadaan vaksin dengan negara atau perusahaan luar untuk jangka pendek. Sedangkan pemerintah Kota Bekasi mengusulkan 20 persen warganya menerima vaksin Covid-19. Pertama, Indonesia menggandeng Uni Emirat Arab dan melakukan uji coba vaksin kepada sekitar 22 ribu orang, namun sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan.

Semua upaya ini, diharapkan bisa mengantarkan Indonesia mengendalikan dan mengatasi pandemi yang sudah meluluhlantakkan semua sektor kehidupan. Gunanya, kalau vaksin dari Gavi yang sifatnya free of charge diperoleh, maka Indonesia kita tidak perlu mengambil dari mereka. Namun, jika vaksin dari Gavi ini belum datang sesuai dengan jadwal yang diinginkan, maka pemerintah sudah mengamankan suplai dari perusahaan-perusahaan tersebut secara bilateral. Porsi vaksin gratis yang diberikan untuk Indonesia hingga saat ini masih bergerak dinamis dan dipastikan akan memperolehnya bagi tiga persen dari populasi atau sixteen juta dosis hingga 20 persen populasi atau a hundred juta dosis.

Banyaknya kandidat vaksin yang telah ditetapkan pemerintah bertujuan untuk memastikan kebutuhan vaksin dalam negeri tercukupi. Nantinya, vaksinasi akan diberikan secara bertahap, dalam memprioritaskan kelompok prioritas untuk menerima vaksinasi. Sejatinya, vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech inni dibuat dengan metode virus yang telah dilemahkan . Ini diketahui termasuk cara yang paling umum dalam membuat vaksin, yaitu saat virus dimatikan lalu partikelnya dipakai untuk membangkitkan imun tubuh. Vaksin COVID-19 diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menghentikan pandemi COVID-19.

“Sampai kita dapat mengatasi pandemi ini, kita masih harus mengikuti protokol kesehatan,” ujar Abunasser. Belum ada bukti yang menunjukan bahwa vaksin juga bisa mencegah seseorang untuk tidak membawa dan menularkan virus ke orang lain. Ketika dalam tahap pengujian, vaksin hanya terbukti melindungi orang yang menerimanya dari penyakit itu sendiri.

Oleh karena itu, masyarakat – baik yang sudah mendapatkan vaksin atau belum – diharapkan tetap menerapkan protokal kesehatan untuk menekan kasus positif Covid 19. Meski demikian, mereka yang telah mendapatkan vaksin tetap harus melakukan protokol kesehatan. Terkait dengan penambahan empat kasus baru konfirmasi mutasi virus COVID-19 B117, dr Nadia menyampaikan bahwa keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat.

Sementara, Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA , Msi, anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional, menyampaikan, bagaimana masyarakat harus berperan aktif dalam mendorong vaksinasi bagi lansia. Mengingat vaksinasi di bulan Ramadan nanti juga akan dilakukan kepada kelompok lansia, dr. Tonang menghimbau agar lingkungan masyarakat perlu meyakinkan golongan lansia vaksinasi aman dilakukan. “Selama proses skriningnya lolos, maka tidak masalah dan jangan ragu untuk divaksinasi. Apabila dua hal ini kita lakukan akan lebih mudah untuk yang lainnya,” terang dr. Tonang. Terlebih lagi di bulan Ramadan kali ini pemerintah masih melanjutkan program vaksinasi tahap kedua bagi petugas pelayanan publik dan golongan masyarakat lanjut usia. Padahal, menurut salah satu artikel yang dimuat dalam Majalah Farmasetika, imun yang terbentuk akibat vaksinasi hanya akan bertahan selama 5 bulan saja.