Vaksin Astrazeneca Mengandung Tripsin Babi, Benarkah?

Vaksin Astrazeneca Mengandung Tripsin Babi, Benarkah?

Vaksin dari GAVI akan melengkapi kebutuhan program vaksinasi COVID-19 untuk 181 juta penduduk Indonesia yang dianggap memenuhi syarat mengikuti program ini. Selain itu Indonesia telah mendapatkan komitmen dan opsi untuk mendatangkan sebesar 663 juta dosis vaksin dari AstraZeneca dari Inggris, Sinovac dari Tiongkok, Novavax dari Amerika Serikat dan Kanada, dan Pfizer dari Amerika Serikat. Uji klinis yang dilakukan AstraZeneca pada virus corona varian asli menunjukkan efikasi seventy six persen setelah pemberian dosis pertama. Bahkan, setelah pemberian dosis kedua dalam jeda 12 minggu, efikasi naik hingga minimal 82 persen. Vaksin corona tersebut melatih sistem kekebalan tubuh untuk menanggapi virus dan mungkin menangani virus dalam kasus tanpa gejala, meski ini masih kesimpulan terlalu dini.

MUI juga menghimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk menghindari polemik yang tidak produktif dan tidak ragu dalam mengikuti program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 5/ Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia. Dari kajian tersebut MUI menetapkan fatwa bahwa hukum dari vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca adalah haram.

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan PenanggulananKejadian Ikutan Pasca Imunisasi Hindra Irawan Safari mengatakan tiga kasus kematian itu dilaporkan dua di Jakarta dan satu di Ambon, Maluku. Dua kasus, yaitu pria berusia 60 tahun di Jakarta dan pria forty five tahun di Ambon dinyatakan tak terkait dengan pemberian vaksin AstraZeneca. Setali tiga uang, Rahma, seorang pekerja swasta di Jakarta memutuskan untuk menunda vaksinasi terhadap orangtuanya yang sudah berusia lanjut.

“Kami tidak perlu menggunakan AstraZeneca dalam perang kami melawan Covid dalam beberapa bulan ke depan,” ungkap Jen Psaki, juru bicara Gedung Putih dalam konferensi pers hari Senin. Pihak Gedung Putih mengakui bahwa dalam beberapa bulan ke depan, AS tidak membutuhkan vaksin AstraZeneca dalam program pengentasan pandemi. KONTAN.CO.ID – WASHINGTON.Amerika Serikat berkomitmen untuk membagikan cadangan vaksin Covid-19 mereka ke negara yang lebih membutuhkan. Gedung Putih pada hari Senin (26/4) mengumumkan rencana pembagian vaksin AstraZeneca dalam beberapa bulan ke depan. Penelitian itu menyebutkan vaksin corona yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca aman dan efektif.

Vaksin Astrazeneca buatan mana

Pertanyaan mengenai vaksin AstraZeneca dari negara mana juga bisa dijawab berasal dari Thailand. Diketahui Thailand menjadi mitra perusahaan AstraZeneca untuk memproduksi vaksin COVID-19 di kawasan Asia Tenggara. Sebenarnya AstraZeneca sendiri merupakan perusahaan farmasi yang khusus memproduksi obat-obatan medis. Perusahaan ini terkenal sebagai produsen obat kanker, salah satunya Tagrisso, untuk mengobati kanker paru-paru.

Comments are closed.