Sosialisasi Pelaksanaan Imunisasi Vaksin Covid

Fimela.com, Jakarta Sudah setahun lebih sejak pandemi datang dan memaksa semua orang buat beraktivitas di rumah aja. Untuk melakukan rutinitas pun harus di rumah dan kerja juga dari rumah atau work at home. Salah satu alternatif biar bisa dapat inspirasi saat bekerja adalah nyari suasana baru. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, work from espresso shop adalah cara ampuh mengusir bosan sekaligus mencari inspirasi dalam bekerja. Selain memesan kopi favorit, tak lengkap rasanya kalau nggak memesan cemilan yang enak. Meskipun demikian, jumlah kalori dari snack yang dipesan perlu diperhatikan buat menjaga kesehatan tubuh karena kebutuhan kalori harian yang dibutuhkan adalah sekitar .

Kemungkinan keterlibatan swasta jangan mengganggu strategi yang justru memperlambat pemulihan. Budi Gunadi menegaskan proses vaksinasi massal Covid-19 ini sangat terbantu dengan keberadaan sepuluh ribu puskesmas dan hampir tiga ribu rumah sakit di seluruh Indonesia. Pemerintah juga masih mengupayakan mendapatkan semaksimal mungkin vaksin Covid-19 free of charge dari Covax/Gavi, suatu wadah kerjasama multilateral untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Direktur Bio Farma Honesti Basyir sebelumnya menyatakan “mannequin kerjasama dengan Pfizer akan mencakup peminjaman storage khusus extremely low temperature freezer ” untuk distribusi dan menyimpan vaksin di daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas ini. Dia menambahkan pemerintah sedang dalam tahap finalisasi kontrak dengan Pfizer-BioNtech untuk melengkapi kontrak pembelian vaksin Covid-19 menjadi 329.504.000 dosis.

Bagi kelompok prioritas yang akan mendapat vaksinasi gratis, perlu memperhatikan cara mendapatkan vaksin COVID-19 sesuai Juknis dengan melakukan registrasi. Total ada 6 kelompok prioritas penerima vaksin, untuk yang pertama adalah paramedis, TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak 3,four juta orang dengan whole kebutuhan 6,9 juta dosis. Pelaksanaan vaksinasi secara gotong royong oleh perusahaan merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat pelaksanaan imunisasi guna mewujudkan kekebalan komunitas terhadap Covid-19. Hingga saat ini Pemerintah masih melaksanakan program vaksinasi Covid-19 free of charge dengan sasaran prioritas tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi terhadap complete 1,5 juta tenaga kesehatan bisa selesai akhir Februari 2021.

Vaksin dari pemerintah

Menkes Terawan menguraikan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan, dengan prioritas para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19. Menkes dan jajarannya telah menyiapkan program vaksinasi Covid-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas. Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19. “Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedic, pelayanan public, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik” kata Menkes Terawan.

Airlangga juga menuturkan rakor tingkat menteri yang dikoordinasikan ketua pelaksana PC-PEN untuk membahas protokol pelaksanaan vaksinasi juga telah dilaksanakan. Adapun pada Mei hingga Juni, pihaknya memprioritaskan tenaga pendidikan dan lansia untuk mendapatkan vaksin. “Baru kemudian kita bisa akan memulai vaksinasi periode berikutnya kepada masyarakat umum lainnya, terutama masyarakat yang tinggal di daerah resiko penularan tinggi,” ujarnya.

Penyelenggaraan bisa dilakukan di fasyankes milik swasta dan BUMN yang telah memenuhi syarat sebagai pos pelayanan vaksinasi. Kendati demikian, pelaksanaan vaksinasi hanya dapat dilakukan setelah vaksin mendapatkan izin edar atau persetujuan penggunaan masa darurat dari BPOM. KOMPAS.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan tujuh vaksin Covid-19 yang akan dipergunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Tanah Air.

Data tersebut bersumber dari Kementerian/Lembaga terkait atau sumber lainnya meliputi nama, Nomor Induk Kependudukan, dan alamat tempat tinggal sasaran. Melalui Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 dilakukan penyaringan data sehingga diperoleh sasaran kelompok penerima vaksin Covid-19 sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Penentuan jumlah sasaran per kelompok penerima vaksin dilakukan melalui pertimbangan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Penetapan jumlah sasaran per kelompok penerima vaksin untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan menjadi dasar dalam penentuan alokasi serta distribusi vaksin dan logistik vaksinasi dengan juga mempertimbangkan cadangan sesuai kebutuhan.