Pertolongan Pertama Saat Tertular Virus Corona

• Tetaplah tinggal di rumah dan lakukan isolasi mandiri meskipun hanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, dan demam ringan sampai Anda sembuh. Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari penularan ke orang lain. Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan penularan COVID-19 dan virus lainnya. Isolasi mandiri adalah ketika seseorang yang mengalami demam, batuk, atau gejala COVID-19 lainnya tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, atau ke tempat-tempat umum. Hal ini dilakukan secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi dari penyedia layanan kesehatan.

Sekarang, aturan PSBB akan dibuat mengikat dengan sanksi tegas yang boleh diterapkan langsung di lapangan oleh polisi, TNI, ataupun aparat pemerintah provinsi yang berpatroli,” ujar Anies (Kompas, eight/four/2020). Akan tetapi, fakta lapangan menunjukkan bahwa penularan virus korona terjadi dengan sangat cepat. Dalam eleven hari setelah pengumuman kasus pertama, jumlah kasus positif Korona mencapai sixty nine orang, 4 orang di antaranya meninggal dan 5 kasus sembuh. Dari hasil observasi, semua WNI dinyatakan sehat dan tidak ada seorang pun yang terjangkir virus korona.

Tidak demam selama setidaknya seventy two jam, yakni tiga hari penuh tanpa demam dan tidak menggunakan obat yang mengurangi demam. Apabila Anda harus merawat hewan peliharaan, pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah Anda berinteraksi dengan mereka. Pantau selalu informasi mengenai COVID-19 dan hewan untuk lebih lanjut. Cara penanganan selanjutnya, membatasi kontak dengan hewan peliharaan dan hewan lain. Meskipun belum ada laporan tentang hewan peliharaan atau hewan lain yang sakit dengan COVID-19. Selain itu, hindari mengunjungi tempat umum dan berkerumunnya orang-orang.

Seseorang yang mengalami gejala cukup parah dan mengarah ke corona tidak disarankan menuju fasilitas kesehatan mana pun. Masyarakat harus menelepon 119 ekstensi 9 untuk mendapatkan panduan dengan tepat. Tak hanya dukungan bagi suaminya, Femy pun berusaha memberikansupportbagi kerabatnya yang senasib dengan sang suami. “Di kantornya, setelah diadakan tesswabditemukan sejumlah orang yang positif. Kami membuat grup Whatsapp untuk saling bertukar informasi dan juga saling mendukung. , Femy membagikan kisahnya yang bisa menjadi pengalaman berharga bagi semua orang di masa pandemi ini.

Ini adalah saat yang sangat menyebalkan, dan kamu punya hak untuk merasa sedih”. Kalau sudah bicara tentang perasaan yang menyakitkan, satu-satunya jalan keluar adalah berusaha melaluinya. Jika kita membiarkan orang untuk merasa sedih, biasanya mereka akan pulih lebih cepat. Anak-anak kita pantas mendapatkan empati dan dukungan sebanyak-banyaknya, dan tugas kita sebagai orang dewasa adalah menyediakannya. Untuk anak di bawah 10 atau eleven tahun, lebih baik orang tualah yang membuat struktur lalu menegosiasikannya dengan anak mereka, dan pertimbangkan masukan dan perspektif mereka. DenganAVA iFamily Protection, kamu dan keluarga bisa merasa tenang meski di tengah pandemi.

Langkah tepat jika terkena Covid

Jika tidak memungkinkan menggunakan sabun dan air, gunakan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60 persen alkohol. Pilih ruangan yang jauh dari jangkauan orang lain dan hewan peliharaan yang berada di dalam rumah. Penyemprotan disinfektan terhadap lingkungan perlu dipertimbangkan dengan membatasi jumlah dan daerah yang disemprot misalnya ruangan yang membutuhkan sterilitas di rumah sakit dan ruangan di mana terdapat PDP. Disinfektan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan benda dengan cara mengusapkan larutan disinfektan pada bagian yang terkontaminasi, misalnya pada lantai, dinding, permukaan meja, daun pintu, saklar listrik dll. Penggunaan disinfektan dengan teknik spray atau fogging telah digunakan untuk mengendalikan jumlah antimikroba dan virus di ruangan yang berisiko tinggi.

Vaksinasi dilakukan sebagai upaya menekan penularan Covid-19 dan mengakhiri pandemi. Berikut sederet hal yang perlu diketahui seputar vaksinasi Covid-19. Solopos.com, SOLO –Kehilangan indera penciuman dan pengecap alias anosmia merupakan gejala Covid-19 yang paling sulit terdeteksi, namun sering dialami para penderita Covid-19. Solopos.com, SOLO–Coronasomnia merupakan istilah populer yang muncul selama pandemi, yaitu insomnia yang disebabkan oleh Covid-19.

Memasuki bulan Mei, penanganan covid-19 mendapat tantangan besar. Sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat untuk melakukan mudik pada kesempatan itu. Padahal, pemberlakuan PSBB di beberapa daerah belum bisa dicabut sebab kasus positif covid-19 belum menunjukkan penurunan. Dengan adanya PSBB ini pemerintah DKI berharap pencegehan penularan covid-19 lebih efektif karena ada sanksi tegas untuk yang melanggar. ”Prinsipnya, selama tiga pekan terakhir Jakarta sudah melakukan pembatasan dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Selebihnya, ikuti saran-saran WHO di atas untuk mengenakan masker, membawahand sanitizer, dan menjaga jarak. “Obat yang diberikan pada penderita Covid-19 adalah untuk mengatasi gejala serta obat empiris lainnya. Sementara, untuk pasien yang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19, penanganannya hanya menggunakan obat-obatan yang dapat mengurangi gejala yang dirasakan pasien. Namun, langkah-langkah menghadapi Covid-19 yang dibuat pemerintah belum membuat masyarakat menjadi yakin sehingga sebagian mengambil tindakan sendiri-sendiri. Misalnya masyarakat yang melakukan mudik ke kampung halaman meskipun pemerintah sudah menghimbau agar tidak mudik.

Sementara itu, Perdana Menteri Pedro Snchez memperingatkan minggu-minggu ke depan akan sulit bagi negara itu dan ia memperkirakan jumlah infeksi kemungkinan naik menjadi 10.000 minggu depan. Pasien meninggal di Spanyol naik 50% dalam sehari menjadi a hundred and twenty orang, dan jumlah kasus mencapai four.200. Di sisi lain, larangan perjalanan Presiden Donald Trump pada 26 negara Eropa telah mulai berlaku di AS, sebagai bagian dari rencana darurat untuk mengatasi krisis virus corona.