Menkes Instruksikan Rumah Sakit Prioritaskan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid

Menkes Instruksikan Rumah Sakit Prioritaskan Tenaga Kesehatan Terpapar Covid

Masih ada tenaga kesehatan (2%) yang tidak mendapatkan alat pelindung diri dari fasilitas kesehatannya. Namun, kata dia, untuk pelaksanaannya masih harus menunggu distribusi vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehingga, Enny mengaku belum bisa memastikan waktu pelaksanan vaksinasi dosis ketiga untuk para nakes tersebut. Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan protokol kesehatan 5 M, maka proses belajar mengajar baik tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar on-line Kakek Merah dapat segera diterapkan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksinasi yang digunakan saat ini aman, halal dan dijamin oleh pemerintah. Terlebih mayoritas masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya vaksin.

Terlebih, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak signifikan. “Peningkatan kelelahan petugas merupakan tuntutan melayani cepat dan darurat, penambahan ruang sama dengan penambahan SDM kompeten,” jelas Partakusuma.

Nakes banyak yang terkena covid

Layanan informasi Harga Pangan disediakan oleh Dinas Perdagangan Kota Samarinda untuk mempermudah masyarakat mengetahui informasi maupun perkembangan harga bahan pokok saat pandemi Covid-19 tanpa harus keluar rumah. Segera hubungi Hotline jika Anda mengalami gejala atau memiliki riwayat perjalanan/berpergian dari Negara yang terjangkit. Layanan informasi penyaluran bantuan disediakan untuk mempermudah masyarakat mengetahui informasi maupun perkembangan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. Istilah baru yang dimaksudkan adalah Kasus Probable, yaitu orang yang diyakini sebagai suspek dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas berat atau gagal napas akibat aveoli paru-paru penuh cairan . Dari 60 tenaga kesehatan yang diberi santunan, sebanyak 22 di antaranya berasal dari Jawa Timur.

Meski begitu, ia harus melakukan pengorbanan yang luar biasa untuk kepentingan pribadinya.“Kita harus jauh dari suami dan keluarga. Ada rindu yang menyesak yang biasanya bertemu setiap hari , sekarang harus dikarantina yang disediakan rumah sakit dan selama dinas harus memakai hazmat yang bila kita memakainya tentu akan terasa panas dan sesak,” ungkapnya. Saat sedang berbelanja di pasar, mulai kembali masuk kantor, ataupun sedang di area publik seperti halte dan taman. Jangan lupa untuk selalu pakai masker segera mandi dan ganti pakaian saat sampai di rumah. Meski bergejala mirip dengan flu biasa, COVID-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi.

Budi sendiri mengatakan dirinya tak tahu kapan pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir. Kendati begitu, dia menyebut berakhirnya pandemi tergantung dari kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Budi tak menampik ada tenaga kesehatan yang kemudian bergejala berat usai terinfeksi COVID-19 bahkan hingga wafat. Maka dari itu, ia memprioritaskan tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 untuk segera mendapat perawatan.

Dikatakan Lia, untuk menyelamatkan nakes, pemerintah segera memenuhi pembiayaan operasional dan penyederhanaan birokrasi penagihan klaim. Pasalnya, hingga saat ini, penagihan klaim rumah sakit sangat tidak mudah dan membutuhkan waktu. Menurutnya, penguatan kapasitas Puskesmas dalam melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga sangat krusial untuk menyelamatkan lebih banyak orang. Bukan hanya itu, nakes Puskesmas juga harus melakukan vaksinasi Covid-19, merawat pasien bergejala ringan, memberikan layanan kesehatan non Covid-19 hingga layanan kesehatan ibu dan anak.

Comments are closed.