Mencari Harapan Di Tengah Polemik Vaksin Covid

Mencari Harapan Di Tengah Polemik Vaksin Covid

Upaya vaksinasi untuk orang yang berusia antara tahun baru-baru ini terbuka dan mendapatkan vaksinasi secepat mungkin tampaknya satu-satunya jalan keluar untuk menangani pandemi dan meningkatnya kasus infeksi. Sementera itu, Ketua ITAGI Sri Rezeki S Hadinegoro mengatakan bahwa masyarakat Indonesia menerima dengan baik pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan besar untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19. corona menjadi salah satu aspek krusial agar warga Indonesia bisa mencapai kekebalan kelompok dan menuntaskan penyebaran virus tersebut. Namun perlu diperhatikan, sejumlah orang mungkin mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ringan hingga berat.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, juga menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi. Vaksinasi adalah pemberian vaksin yang dapat merangsang pembentukan imunitas sistem imun di dalam tubuh. Vaksinasi sebagai upaya pencegahan primer yang sangat handal mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Dengan prosedur vaksinasi yang benar diharapkan akan di peroleh kekebalan yang optimal, penyuntikan yang aman dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang minimal.

Itu tak akan terjadi sampai para peneliti menyelesaikan penelitiannya terkait vaksin, yang memerlukan waktu beberapa bulan lagi, untuk menentukan bagaimana suntikan vaksin menghentikan virus melompat dari orang yang telah divaksin ke orang lain. Tapi tak semua vaksin bekerja dengan cara itu, dan sebenarnya dua vaksin Covid-19 yang disahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS — diproduksi Moderna dan Pfizer-BioNtech, tak dirancang dengan cara kerja tersebut. Kemanjuran dua vaksin ini diukur dari bagaimana mereka melindungi orang dari penyakit Covid-19 sedang sampai parah – bukan bagaimana mereka mencegah infeksi atau mencegah penyebaran virus corona sendiri. Vaksin COVID-19 diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyudahi pandemi yang telah memakan banyak korban jiwa serta melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan partisipasi Anda dalam program vaksinasi ini akan sangat membantu pemulihan kondisi negara kita. Namun, perlu diingat juga bahwa upaya pencegahan COVID-19 tersebut tentunya tetap harus disertai protokol kesehatan, misalnya dengan selalu menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan atau tempat yang ramai, mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan.

Mobilisasi dan keserempakan antara pusat dan daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, mengenai pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 menjadi sangat penting. Setiap vaksin ada khasiat yang berbeda begitu juga dengan vaksin sinovac dan disetiap jenis vaksin dapat direspon secara berbeda pada setiap tubuh manusia, dan efek vaksin dapat berberda pula ada yang merasa lemas, nyeri persendian bahkan demam. “Hal ini wajar dan merupakan respon anti body setelah penyuntikan vaksin baik yang pertama hingga vaksin ke-2 setelah 14 hari,” terang Ketua IDI yang juga selaku Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di RSUD HISS Sendawar. Akhir-akhir ini, sebagian masyarakat mungkin sering mendengar pemberitaan terkait pengembangan vaksin sebagai salah satu solusi untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Bila diberikan kepada seseorang, vaksin akan menimbulkan reaksi sistem imun yang spesifik dan aktif terhadap penyakit tertentu, misalnya vaksin flu untuk mencegah penyakit flu dan vaksin COVID-19 untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2. Vaksin biasanya berisi mikroorganisme, misalnya virus atau bakteri, yang sudah mati atau masih hidup tetapi dilemahkan.

Sejauh ini, baru 35 juta orang mendapat vaksin tahap pertama, dan 17 juta lainnya menerima tahap kedua. ‘’Salah satu tugas sudah dimulai terkait sektor Gotong Royong untuk mereka yang berusia produktif. Dengan jumlah vaksin yang bertambah dan jumlah lansia bisa diselesaikan sesuai targetnya, maka sudah akan bisa dimulai untuk program Pemerintah bagi mereka yang masuk dalam rentang usia ini,’’ tuturnya.

Rencananya, pada triwulan pertama tahun 2021, vaksin Merah Putih akan diserahkan PT Bio Farma untuk dilakukan uji klinis dan praklinis dan selanjutnya mendapat izin edar. Jadi, dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar Anda yang belum memiliki kekebalan terhadap virus Corona. Saat ini, vaksin COVID-19 tengah didistribusikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Vaksin dapat menangani Covid

Terkait dengan penambahan empat kasus baru konfirmasi mutasi virus COVID-19 B117, dr Nadia menyampaikan bahwa keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat. Dan sampai saat ini hasil pelacakan kasus terhadap kontak erat dan keluarga juga dinyatakan tidak ada yang memiliki gejala mengarah ke COVID-19. Namun, untuk mempertahankan efek maksimal dari vaksin ini, vaksinasi harus diulang setiap 10 tahun setelah pemberian pada masa bayi dan kanak-kanak. Pengajar pada Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Divisi Epidemiologi dan Biostatistika FK Unpad ini menjelaskan, vaksin yang sampai saat ini paling efektif dalam sejarah adalah vaksin untuk mencegah penyakit cacar . Artinya, jika sebuah vaksin sedang atau akan menjalani uji klinis fase three, seperti vaksin Sinovac di Bandung yang melibatkan lebih dari 1.600 relawan, dapat diduga bahwa vaksin tersebut terbukti aman.

Umumnya, perusahaan pembuat vaksin enggan untuk membuka investasi bagi produksi massal vaksin sebelum mendapatkan izin produksi dan edar vaksin. Akan tetapi, dalam konteks pandemi, COVAX menyuntikkan pendanaan dan insentif untuk memastikan bahwa perusahaan siap untuk memproduksi vaksin sesuai kebutuhan begitu mendapatkan izin produksi dan izin edar. COVAX akan menggunakan kekuatan kerja samanya untuk melakukan negosiasi dengan harga yang kompetitif dari produsen vaksin kemudian mendistribusikan kepada negara yang berpartisipasi. Alasan penolakan lain adalah anggapan bahwa mekanisme kekebalan yang terbentuk setelah terpapar penyakit lebih kuat daripada kekebalan “buatan” yang dilatihkan melalui vaksinasi. Selain itu, muncul pula penolakan karena vaksinasi dianggap sebagai suatu pilihan pribadi, bukan kewajiban yang harus dijalankan karena program pemerintah. Meskipun demikian, Wiku mengungkapkan ilmu pengetahuan manusia terkait perkembangan pandemi Covid-19 juga berjalan cukup dinamis.

Comments are closed.