Menanti Vaksin Covid

Menanti Vaksin Covid

Jakarta – Orang lanjut usia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi COVID-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia tahun yang perlu jarak 14 hari. Orang lanjut usia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi Covid-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia 18—59 tahun yang perlu jarak 14 hari. Skrining dapat dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing atau di Posyandu lansia/ Posbindu PTM/ Puskesmas, Rumah sakit, Dokter Praktik, atau tempat lain yang disepakati bersama. Warga Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Rusminah , menjadi warga lansia pertama yang menerima vaksin Covid-19 di RSUD Tanjung Priok, Sabtu 20 Februari 2021. Berangkat dari temuan tersebut, pemerintah Indonesia telah menyetujui pemberian vaksin Sinovac untuk lansia.

Vaksin bagi lansia

tirto.id – Orang lanjut usia saat ini menjadi salah satu prioritas penerima vaksin COVID-19 untuk periode kedua. Beragam cara dilakukan untuk bisa menjangkau lansia yang akan diberi vaksin, salah satunya adalah fasilitas drive thru khusus untuk lansia yang memiliki KTP DKI Jakarta. Keberhasilan vaksinasi Covid-19 bagi lansia tidak terlepas dari peran berbagai sektor. Sementara itu, pemberian vaksin sinovac untuk lansia memiliki rentang waktu 28 hari. Kelompok prioritas penerima vaksin tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga sangat rentan tertular dan menularkan virus Covid-19. Adapun vaksinasi tahap kedua dengan sasaran pelayan publik dan lansia telah dilaksanakan sejak Februari 2021 dan ditargetkan selesai Juni 2021.

Vaksinasi tahap kedua akan fokus di provinsi wilayah Jawa-Bali sehingga vaksin akan didistribusikan sesuai dengan proporsi di mana Jawa-Bali mendapatkan kurang lebih 70% dari proporsi yang ada saat ini. Golongan masyarakat lanjut usia dengan usia 60 tahun ke atas jadi salah satu kelompok prioritas pada program vaksinasi tahap kedua. Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah menyatakan sekitar 7,5 juta dosis vaksin siap didistribusikan ke 34 provinsi pada Februari 2021. Pemerintah sudah memulai program vaksinasi COVID-19 bagi kategori lansia pada 8 Februari 2021 di fasilitas kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Vaknasinasi bagi lansia ini menjadi tindak lanjut dari dikeluarkannya izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap vaksin. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, pemberian vaksin corona terus dilakukan DKK.

Dengan vaksin ini, Anda bisa mencegah pneumonia (infeksi paru-paru), meningitis , dan sepsis . Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit (termasuk virus, jamur, racun, atau bakteri; tergantung dari jenis penyakit) yang lemah atau mati sehingga tidak akan menyebabkan penyakit. Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Budi juga membuka kenyataan pahit bahwa di samping gangguan pasokan dari produsen vaksin, pada April ini Bio Farma juga akan melakukan regular maintenance fasilitas pabriknya, yang setiap 6 bulan dilakukan secara rutin. “Hal-hal ini yang akan kita coba buat upaya-upaya untuk membantu lansia dalam mengakses pusat vaksinasi yang ada,” imbuh Nadia.

Budi juga membuka kenyataan pahit bahwa di samping gangguan pasokan dari produsen vaksin, pada April ini Bio Farma juga akan melakukan common upkeep fasilitas pabriknya. Iris mengingatkan, mereka yang belum divaksinasi atau yang telah mendapatkannya tetap menjalankan protokol kesehatan 5M yakni mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Vaksin yang diberikan antara dua kategori usia ini sama yakni Sinovac dengan dosis zero,5 ml IM yang dimasukkan ke dalam otot melalui suntikan. Sebanyak 1.007 warga Lansia telah mendapat vaksin Covid-19 di RSUD Tanjung Priok, Jakut.

Comments are closed.