Khawatir Terkena Virus Corona? Kenali Gejala & Pencegahannya

Salah satu gejala spesifik dari virus corona adalah menyebabkan penyakit respirasi atau saluran pernapasan. Orang yang terpapar virus corona seringkali mengalami batuk dan sesak napas akut. Jika tidak ditangani dengan benar dan segera, kondisi ini dapat membahayakan nyawa penderitanya. Kalau poin sebelumnya menjaga dirimu dari orang sekitar, hal sebaliknya juga harus kamu lakukan.

Diah menjelaskan prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruang isolasi. Tujuannya, katanya, agar penularan ke orang lain dapat dicegah. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat. Berbeda dengan flu yang sama-sama dan menginfeksi orang lain, namun lebih lambat. Apabila memiliki tanda-tanda gejala penyakit seperti yang di atas atau pernah memiliki riwayat perjalanan di daerah terjangkit, segera lakukan langkah pencegahan. Perlu diingat, orang yang terpapar virus Corona bisa saja dalam kondisi sehat atau tidak sakit, sehingga seperti apa gejala terkena penyakit COVID-19 ini penting untuk diketahui.

Untuk itu, relawan harus mempunyai pengetahuan mengenai cara antisipasi, gejala-gejala muncul, dan cara penularan Corona. “Selain itu juga harus bermitra dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, karena bagian dari satu kesatuan yang penting untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Eko. Pembentukan relawan, katanya, untuk menyatukan pikiran, langkah, dan solidaritas dalam menangani pandemi ini, mengingat ada sekitar 75.000 desa di Indonesia. Peningkatan lalulintas global memberi kesempatan orang dari desa bepergian ke kota, atau sebaliknya.

Langkah tepat jika terkena Covid

Jika akan diotopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan Direktur Rumah Sakit. APD harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien tersebut meninggal. Apabila batuk atau bersin, agar menutup mulut dan hidung dengan tissue atau bagian dalam lengan atas/siku lengan. Mencuci tangan secara rutin dan sesering mungkin dengan sabun cair dan bilas paling sedikit selama 30 detik atau menggunakan alkohol 70%. Tamu dan panitia pendamping wajib menggunakan masker pelindung dimulai dari penjemputan tamu.

Jika terpaksa ke luar rumah, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus corona Covid-19. Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Ingat, etika batuk dan penggunaan masker saat sakit menjadi salah satu kunci penting dalam cara mencegah COVID-19. Apabila masker tidak tersedia saat sakit, Anda dapat mengikuti etika batuk dengan benar, yaitu menutupi mulut ketika batuk atau bersin dengan tisu atau menggunakan lengan tangan.

Yang harus dipastikan adalah agar anak-anak tidak menghabiskan seluruh waktunya disitu, karena itu tidak baik. Jadi saya minta orang tua untuk menerima bahwa remaja sangat sedih dan sangat frustrasi tentang kehilangan yang mereka rasakan, dan semua anak sedang merasa sedih saat ini. Kebetulan kemarin saya bertemu dengan sekitar 6 remaja yang baru lulus sekolah dan merasa sangat sedih, jadi saya katakan pada mereka, “Bersedihlah.