Awas! Stres Bisa Mendatangkan Penyakit, Kenali Tanda

Awas! Stres Bisa Mendatangkan Penyakit, Kenali Tanda

Masalah stres dapat memengaruhi komunikasi antara otak-usus dan dapat memicu rasa sakit, kembung serta ketidaknyamanan usus. Stres jangka panjang dapat menyebabkan sembelit, diare atau sakit perut. Selain itu, Anda juga dapat menyalurkan hobi di dalam rumah, seperti menulis, menggambar, membaca buku, dan aktivitas lainnya. Dengan melakukan aktivitas yang Anda sukai, bisa menjaga temper PRAGMATIC PLAY tetap baik dan terhindar dari stres.

Berita covid dapat memicu stress

Terhubung dalam 24 jam sehari dapat menyebabkan ketegangan psychological dan kecemasan. TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu penyebab masalah kejiwaan ialah kondisi tidak menentu seperti di masa pandemi corona. Ini menimbulkan perasaan cemas berlebih lantaran memikirkan akan sampai kapan kondisi tak menyenangkan ini berlangsung. Salah satu cara untuk mengatasi stres tersebut adalah dengan menumbuhkan jiwa kita. Menganggap pandemi sebagai suatu proses yang akan membuat kita berkembang dan jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Menurut Analisa, seseorang yang memiliki kualitas ibadah yang baik memiliki tingkat manajemen stress yang jauh lebih baik.

Mengelola stres dan mengetahui bagaimana untuk melakukan hal yang penting, karena pada saat ini stress kronis dapat mengancam dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan untuk melawan infeksi. 41% tenaga kesehatan mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22% mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52% mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat. JAKARTA, iNews.id – Situasi serba tak menentu di tengah pandemi Covid-19, sering kali menyebabkan rasa cemas, khawatir, dan stres. Wajar jika merasakan tiga hal itu ketika pandemi virus menular ini, masih belum menunjukkan keadaan yang berangsur baik. Organisasi Kesehatan Dunia juga sudah membuat pernyataan terkait pembatasan menggali informasi terkait COVID-19 untuk sementara waktu. WHO menyarankan untuk mengonsumsi berita terkait COVID-19 tidak lebih dari satu sampai dua kali sehari dan pastikan dari sumber yang terpercaya secara fakta dan data.

Selama karantina, Anda bisa melakukan gerakan fisik dengan intensitas ringan selama 3-4 menit, seperti jalan kaki atau peregangan. Kegiatan ini dapat membantu melemaskan otot dan memperlancar peredaran darah. Jangan sampai pemberitaan virus corona maupun konten-konten di media sosial menyebabkan kamustresterus menerus. Stres menyebabkan peningkatan hormon kortisol yang dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh.

Selain kesehatan fisik kita, penting menjaga kesehatan mental agar tidak stres berkepanjangan yang dapat mengeluarkan hormon kortisol yang memengaruhi sistem imunitas tubuh. Cara yang pertama adalah dengan mengenali sumber stres dan beradaptasi pada kondisi normal baru saat ini. Kemudian ubah pola pikir negatif dengan belajar berpikir positif dalam situasi saat ini. Lebih baik tetap di rumah saja dan hindari berita negatif yang memicu kecemasan. Jangan bosan untuk menerapkan pola hidup sehat, perbanyak aktivitas fisik, dan luangkan waktu untuk bersantai dengan melakukan aktivitas atau hobi yang digemari. Pandemi COVID-19 telah membuat krisis kesehatan dan berdampak pada persoalan kesehatan psychological serta berbagai persoalan ikutannya.

Comments are closed.